Senin, 22 Juni 2015

Tradisi Bulan Ramadahan di Indonesia

Indonesia yaitu negeri yg populer dgn ketajiran budaya & adat. Bahkan tidak sedikit kebiasaan menarik yg dipunyai Indonesia, seperti rutinitas ketika bln Ramadan.

Sbg negeri dgn jumlah warga beragama Islam paling besar di dunia, menciptakan suasana bln puasa di Indonesia amat tidak sama. Berikut lima kota di Indonesia yg mempunyai etika unik di bln puasa yg dikutip dari Skyscanner.

1. Mandi Balimau di Padang, Sumatera Barat
Mandi Balimau yakni adat penduduk Minang yg dilaksanakan dalam menyongsong bln Ramadan. Rutinitas ini bertujuan menyucikan diri. Menariknya gerakan ini dilakukan bersama trick mandi memanfaatkan jeruk nipis dengan cara bersama-sama di pemandian umum atau sungai.

Rata Rata, Pemandian Lubuk Minturun di Kecamatan Koto Tangah & Sungai Lubuak Paraku di Kecamatan Lubuak Kilangan jadi lokasi pemandian yg tidak jarang difungsikan. Kamu mampu menyaksikan beberapa ratus masyarakat melaksanakan etika ini sehari sebelum puasa mulai sejak mulai sejak pukul 16.00 WIB.

2. Dugderan di Semarang, jateng
Dugderan, adat yg berada sejak periode kolonial & berpusat di daerah Simpang Lima. Kebiasaan ini berupa pawai dari seluruhnya kalangan & komune penduduk yg digelar 1-2 pekan sebelum memasuki bln Ramadan.

Kebiasaan ini jadi makin meriah bersama kedatangan petasan & kembang api. Nama dugderan sendiri diambil dari nada letusan petasan & kembang api. Terkecuali pawai, dugderan serta diramaikan dgn pasar tengah malam.

3. Megibung di Denpasar, Bali
Walau warga Bali berbagai Hindu, tapi tidak berarti tak ada kebiasaan husus kala bln Ramadan di pulau ini. Penduduk Kampung Islam Kepaon, Denpasar, tetap menjalankan etika Megibung, adalah berbuka puasa dgn di masjid tiap-tiap memasuki hri ke-10 bln Ramadan.

Dalam bahasa Bali, megibung berarti makan dengan atau makan dalam satu wadah yg beralaskan daun pisang. Satu wadah sanggup dinikmati oleh 4-6 orang.

4. Lebaran Topat di Lombok, NTB
Tujuh hri sesudah merayakan Idul Fitri, warga Lombok merayakan lebaran topat. Kebiasaan ini dimeriahkan bersama adat nyangkar.

Adat Nyangkar berupa arak-arakan cidomo atau delman hias yg mengangkut dulang berisi ketupat menuju pusat perayaan di makam Loang Baloq. Sementara lebaran topat digelar di pantai-pantai yg ada di lebih kurang Mataram & Senggigi.

5. Bagarakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Bagarakan adalah salah satu kebiasaan dalam menyongsong tengah malam salikuran, ialah tengah malam ke-2 puluh satu bln Ramadan. Kata bagarakan sendiri berarti berkarnaval atau pawai.

Menariknya, dalam karnaval bakal ada dua gerakan yg paling menonjol, ialah etika bagarakan tanglong (karnaval lampionberukuran gede) & bagarakan sahur (membangunkan masyarakat utk sahur) yg berlokasi di Arena Lapang Murdjani.
SUmber: sindonews